HINDARI MENGKONSUMSI CABAI BERLEBIHAN

 

 

Penyakit (memang) datangnya tidak dapat diduga, kadangkala ketika dalam kondisi fit tiba-tiba kita dihadapkan dengan semacam penyakit yang tidak dapat dielakkan. Contoh kongkritnya seperti—yang akan kita bahas dalam tulisan ini—sakit perut, sebenarnya penyakit semacam ini kerap kali timbul karena beberapa faktor, seperti lambat makan, makan tidak teratur, atau makanan yang dikonsumsi telah tercemari penyakit tidak sesuai dengan katagori sehat apalagi tidak higinis.

Namun faktor dominan yang paling akrap di sekitar kita  adalah konsumsi cabai terlalu tinggi. Hal ini juga memancing timbulnya penyakit utamanya penyakit peru. Karena dalam ilmu medis dijelaskan bahwa mengkonsumsi cabai di atas standart akan membuat perut kita tidak sehat dan juga menyebabkan usus menjadi panas dan yang berujung pada usus buntu, Sehingga, makanan yang ada di dalam perut akan menjadi encer dan tidak normal. Selain makanan higinis juga tetap dibutuhkan. Jadi makanan yang kita konsumsi perlu yang higinis dalam artian bebas dari bakteri dan penyakit seperti bebas hinggapan lalat, karena kalau tidak demikian kuman atau bakteri akan mudah masuk ke dalam tubuh kita, yang secara otomatis akan mengurangi kekebalan tubuh kita.

Karena realita yang ada, para penjual yang ada di komplek Pondok Pesantren Sidogiri. Sebenarnya tidak semua makanan yang mereka jual masuk dalam katagori ‘makanan sehat’. Banyak sekali jenis makanan yang tidak tertutup dengan rapat sehingga mudah terhinggap oleh lalat.

Dampak yang akan ditimbulkan bila kita makan jenis makanan seperti di atas, adalah Disentri (tinja akan menjadi encer) dan pencernaan terasa tidak nyaman karena banyaknya makanan yang dikeluarkan.Ini berakibat fatal karena akan membuat penderita lemah-lunglai dan membuat penderita hilang ingatan/pingsan disebabkan banyaknya makanan yang dikeluarkan. Sebenarnya, penyakit sakit perut sangat beragam dan solusinya pun bermacam-macam tapi yang paling vital adalah penyakit yang menyebabkan seseorang harus opmane di rumah sakit berlama-lama apalagi kalau sampai harus mengeluarkan biaya banyak seperti diporasi dan faktornya pun baragam tapi mengkonsumsi cabai terlalu tinggi adalah menjadi faktor utama penyakit ini.

Sama halnya dengan Disentri adalah Sembelit (susah buang air besar) yang masuk jenis penyakit  perut yang sifatnya akut dan ini juga akrap di sekitar kita. Namun kalau menurut dr Fajar Rudy Qimindra seperti yang ditulis di http://www.doktersehat.com, sembelit sebenarnya bukanlah suatu penyakit, melainkan keluhan penderita. Tapi, jika berlangsung terus menerus, penderita bisa terkena kanker usus besar. “Sembelit adalah keluhan yang bersifat subjektif. Variasinya tergantung individu masing-masing. Umumnya, frekuensi seseorang buang air besar mulai tiga kali per hari, sekali per hari, hingga tiga kali per pekan,” kata dr Fajar. Tapi bagaimana pun pandangannya, penyakit tetaplah penyakit yang juga akan membuat kita merasa tertekan dan tersiksa dengan adanya itu. Buang air besar tidak teratur juga merupakan penyakit yang harus kita basmi.

Selain itu, lambat makan juga masuk dalam penyebab sakit perut yang biasanya dikenal dengan istilah sakit maag. Jadi, makan terlalu banyak itu tidak sehat dan lambat makan pun jaga tidak sehat. Yang sehat itu adalah bagaimana sekiranya kita makan secara teratur dan sesuai prosedur anjuran dokter.

Sebenarnya untuk menjadikan tubuh kita sehat dan keluarga dan teman-teman di ligkungan kita sehat banyak sekali caranya, terutama yang sering kita kenal adalah menjaga kesehatan lingkungan kita. Karena secara tidak lansung kesehatan lingkungan juga memberikan dampak terhadap kehidupan kita terutama kita yang hidup di pesantren—yang notabennya hidup bersentuhan—selalu diharuskan menjaga kesehatan. Mulai dari cara yang baik dalam memilih makanan yang dijual, seperti bebas dari bakteri, manannya tertutup dan tidak terhinggap lalat. Karena kalau tidak kita akan mudah terjangkit macam-macam penyakit di atas. Kita ambil contoh, kehidupan masyarakat di negeri ini yang kekurangan gizi tiada lain faktor utamannya adalah kekurangan gizi dan tidak menjaga kesehatan. Hal seperti ini menjadi acuan dan pertimbangan dalam kesehatan di Indonesia dalam dekade terakhir ini.

Banyak penderita yang harus mengeluarkan uang dengan jumlah bayak untuk mengobati jenis penyakit-penyakit di atas sampai-sampai harus pergi ke luar negeri. Sebenarnya obat-obatan yang mengandung antasida cukup untuk mengatasi gejala penyakit.

Antasida ini berfungsi untuk menetralisir asam lambung. Tapi jika rasa sakit itu tidak berkurang, barangkali Anda perlu membuat janji dengan dokter. Jangan lupa, kurangi makanan yang bisa mengganggu kinerja lambung -makanan yang terlalu asam atau terlalu pedas. Dan mulai sekarang, makanlah dengan teratur dan jangan telalu banyak mengkonsumsi cabai terlalu banyak. (Eibhi)

Jangan Lupa Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s